Langsung ke konten utama

Postingan

Bukan Parasit Biasa

Oleh : Dedy Hutajulu Mengapa saya menuliskan topik ini? Gara-gara membaca berita kompas selasa, 22/2 lalu. Headlinenya begini: Korupsi tahan pertumbuhan . Membaca berita tersebut, saya jadi teringat karikatur Jitet Koestana di harian kompas yang lalu-lalu (maaf saya lupa tanggalnya). Tapi saya akan coba ceritakan sedikit. Begini. Dalam karikaturnya digambarkan sebuah pohon berbadan besar daunnya meranggas. Pohon itu sedang terkulai lemas akibat dililit benalu bernama   KKN, dari bawah sampai ujung. Punggungnya remuk, akarnya lemas, bahunya pegal dan tangan-tangannya jatuh tersungkur ke tanah, lantaran tertekan batin akibat lilitan kuat sibenalu. Pohon itu pucat pasi dan telah kehabisan tenaga. Ia seperti tak berdaya sama sekali menghadapi kekuatan benalu. Padahal, tubuh si benalu tergolong cungkring   bila disejajarkan dengan si pohon. Tetapi karena cengkraman benalu begitu kuat dan serangannya dilancarkan dari semua penjuru, pohonpun d...

Membangkitkan (Kembali) Semangat Nasionalisme Kita

Oleh Dedy Gunawan Hutajulu Mengapa sebagian besar pemuda sekarang, khususnya para sarjana kerap memilih pekerjaan hanya didasari ambisi meningkatkan taraf hidup dan alasan minat dan bakat. Hanya sedikit yang mau memenuhi panggilan Tuhan—tanpa mengabaikan minat dan bakat serta kebutuhan. Sisanya enggan bekerja ‘atas nama’ Indonesia. Pemberantasan korupsi, mentalitas pegawai murahan, ketiadaan visi para pemimpin, rendahnya moralitas DPR, kemiskinan struktural, kita akui, rentan mengoyak nasionalisme generasi sekarang. Harapan, efektivitas, visi, dan kepemimpinan yang visioner adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk membangun nasionalisme bangsa ini.   “Tidak ada yang lebih kejam dari pada mematahkan tunas-tunas kemerdekaan Indonesia”. Sengaja saya kutip pendapat Soe Hoek Gie [1] ini karena mengingat dan mencermati perkembangan nasionalisme generasi sekarang. Dari kutipan ini, pikiran saya mulai bertanya-tanya: “Apakah saya dan sekian ...