Langsung ke konten utama

Postingan

Tinjau Ulang Kebijakan Subsidi

07 Jun 2010 Media Indonesia Opini MENCABUT BBM subsidi bagi sepeda motor di tengah mahalnya ongkos angkutan umum dan tidak adanya transportasi altematif adalah kebijakan salah arah. Apalagi kita tahu bahwa sepeda motor adalah roda kehidupan masyarakat miskin. Maka, rencana pemerintah untuk melakukan pencabutan subsidi BBM untuk sepeda motor sungguh tidak adil. Hadirnya ketentuan baru itu dinilai tidak berpihak pada rakyat miskin. Meski baru sebatas wacana, sudah menuai kritik keras dari berbagai elemen masyarakat. Betapa tidak, kebijakan tersebut tentu akan berdampak psikologis bagi masyarakat lapisan menengah bawah. Khususnyamasyarakat ekonomi lemah. Sebab mereka akan berpikir keras untuk menghemat pengeluaran sementara pendapatantidaklah menentu bila subsidi BBM dicabut. Pada dasarnya subsidi diberikan kepada masyarakat miskin ketika negara melihat ada kesenjangan ekonomi yang cukup jauh. Rakyat miskin harus ditolong dan dicarikan jalan kelua...

Utamakan Keselamatan

24 May 2010 Media Indonesia Opini WACANA konversi gas kini menjadi isu menarik. Kabarnya pemerintah hendak menjadikan bangsa ini selangkah lebih maju. Pemerintah merencanakan secara terstruktur dan terorganisasi agar masyarakat perlahan-lahan bisa meninggalkan konsumsi minyak tanah, lalu menggantikannya dengan pemakaian LPG (konversi gas). Di tengah tingginya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran, rencana mengonversi gas konyol rasanya. Karena hampir separuh dari jumlah penduduk kita adalah masyarakat yang miskin, yang masih bergantung pada konsumsi BBM. Untuk sesuatu yang baru, seperti konversi gas, masyarakat masih tergolong hijau. Selain itu, harga gas dan cara pemakaiannya belum disosialisasikan secara jelas. Ditambah lagi belakangan ini kita menyaksikan banyaknya kasus kebakaran yang terjadi akibat pemakaian LPG. Tentu bukan gasnya yang bermasalah, melainkan si pemakainya yang mungkin kurang berhati-,hati. Tabung yang berisi gas LPG te...

Pendidikan itu Untuk Semua

Mengecap pendidikan murah adalah harapan semua orang, tak terkeculi orang tua. Mereka menginginkan anak-anaknya bisa sekolah setinggi-tingginya. Sayangnya, kini pendidikan kita semakin mati suri. Tetangga saya punya anak dua. yang satu kelas 4 SD, satu lagi baru masuk sekolah. Di tahun ajaran baru ini pengeluaran mereka sangat banyak untuk biaya sekolah. Sang ayah hanya bekerja sebagai buruh kasar berniat menyekolahkan anaknya sampai sarjana. sayangnya niat si bapak sirna seketika saat mengetahui bahwa si kecilnya tak bisa memakai buku kakaknya lagi, alasannya sekolah sudah menetapkan buku baru yang berbeda. menyedihkan! Itu baru kisah orang tua beranak dua. bagaimana dengan mereka yang benar-benar miskin? punya anak selusin, tak terbayang resahnya. Sekolah tentu tinggal mimpi, buku saja gonta-ganti. Rasanya sekolah semakin jauh dari jangkauan masyarakat. Janji pemerintah memberikan pendidikan gratis dan sekolah wajib bagi anak usia sekolah tak kunjung tiba. Kehadiran pendidikan tak ...

Ruang Publik yang Sekarat

31 May 2010 Media Indonesia Opini TIDAK ada yang menyangkal bahwa indikator paling sederhana tingginya kesadaran hukum suatu bangsa dinilai dari kepatuhan berlalu lintas. Sebab lalu lintas adalah urat nadi kehidupan suatu bangsa dan tertib berlalu lintas adalah cermin masyarakat yang sadar hukum. Jadi apakah bangsa kita ini bisa dikatakan sebagai bangsa yang kesadaran hukumnya tinggi? Fakta di lapangan menceritakan dengan jelas betapa negeri ini penuh dengan keegoisan. Manusianya senang memaksakan kehendak, individualistis dan konsumeristis. Apa bukti? Lihat saja kota kita. Setiap hari ramai dengan bunyi klakson mobil yang semrawut, dan diperparah hiruk pikuk manusia dan ingar bingar kota yang hidup di tengah kebisingan dan debu jalanan. Semua itu mengarah ke tingkah laku yang buruk. Kota semakin menggila! Kita jenuh melihat kemacetan setiap hari dan lelah dengan polusi yang tak kenal kompromi. Mata perih akibat debu. Telingapun perlahan-lahan ...

Butuh Penanganan yang Luar Biasa

Kemacetan di kota Jakarta kini semakin menggila. Banyak pengamat mengkhawatirkan jika kemacetan tersebut tak segera ditangani, bisa-bisa ibu kota negara kita ini akan mengalami kelumpuhan total. Dalam kondisi seperti akhir-akhir ini, mengatasi kemacetan tentu butuh tindakan yang serba ekstra. Langkah utama yang harus dikerjakan adalah berani memutuskan pemberlakuan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor sekarang juga.  Meskipun imbas negatif dari pembatasan jumlah kendaraan tersebut pasti ada, namun tanpa pemberlakuan terobosan tersebut, maka kemacetan akan semakin menjadi-jadi. Bayangkan saja, Jakarta sebelumnya diperkirakan akan macet total pada 2014 ternyata terjadi lebih cepat, yaitu 2011/2012, padahal proyek besar pembangunan jalan, pelebaran badan jalan, pembangunan jalan layang, jalan susun serta mass rapd transit (MRT) masih dalam proses pengerjaan. Akibatnya fatal.  Bagaimanapun, sudah saatnya jumlah kendaraan dipangkas. Namun pemerintah harus jeli mengakomodasi ...

Berawal dari Sakit Hati

Oleh : Dedy Hutajulu Tak selamanya sakit hati berujung pada dendam kesumat. Juga tak hanya meninggalkan kesan sedih. Tapi, sakit hati adalah awal sebuah perjuangan. Begitulah pesan   yang kita petik dari kisah hidup Franky Sahilatua. Kesejahteraan rakyat adalah harapannya yang menggunung kepada bangsa ini. Tapi, antara mewujudkan harapan menjadi kenyataan bukanlah perkara gampang. Manakala kenyataan itu jauh melenceng dari harapan yang telah digariskan, kekecewaanlah yang dituai. Dan kekecewaan itulah yang dirasakan oleh Franky di negeri ini. Ia melihat luka kemiskinan mengaga lebar di sana- sini, pemarjinalan masih marak, orang-orang pinggiran yang semakin terpinggirkan, quovadis pemerintahan, ketidakadilan menjadi praktek sehari-hari, korupsi, dst, dst. Tapi, bagi Franky, kekecewaan itu justru menjadi titik awal perjuangannya untuk berkarya bagi bangsa ini.   Pelantun lagu ‘kapal retak’ itu telah menorehkan sejumlah lagu-lagu bertemak...

Negara, TKI, dan Pohon Bambu

Oleh: Dedy Hutajulu*             “ Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial ”... (Pembukaan UUD RI 1945)             Hidup memang ibarat pohon bertumbuh, semakin ia dewasa semakin kencang angin godaan. Tapi jangan lupa, ada pohon yang kian diterpa angin, ia justru semakin kuat. Namanya pohon bambu.             Bagi pohon bambu, angin, hujan dan badai bukanlah sesuatu yang patut dikhawatirkan. Mana kala angin datang, bambupun bergoyang. Bila badai mengguncang ia pun meliuk-liuk menari mengikuti irama san...