Langsung ke konten utama

Postingan

Mahasiswa ITS Manfaatkan Serat Tebu sebagai Pengganti Semen

Mengusung inovasi beton geopolimer, tiga mahasiswa Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil memanfaatkan serat tebu sebagai pengganti semen. Melalui terobosan barunya tersebut, didapatkan hasil kuat tarik beton yang melebihi beton konvensional. Salah satu anggota tim, Dzikrie Fikrian Syah menjelaskan, dipilihnya serat tebu sebagai pengganti semen dengan pertimbangan bahan bakunya mudah didapatkan. Selain itu, kerapatan massa yang rendah membuat serta tebu ini lebih mudah untuk diolah. “Kami ingin bisa memanfaatkan limbah pabrik gula, terlebih karena kuat tarik dari serat tebu ini ternyata cukup tinggi dan juga tahan karat,” ungkaprnya. Tergabung dalam Tim Sang Makarya, Dzikrie bersama kedua temannya, M Rifat Hidayat dan Verdi Arya Rahaditya membuat beton dengan mencampur pasir, kerikil dan fly ash di mesin pengaduk beton. Setelah itu, mereka menambahkan larutan aktivator ke dalam campuran tersebut. “Aktivator ini kami buat dengan melarut...

BONUS NULIS

SETIYO, panitia Anugerah Jurnalistik Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengirim pesan singkat via WhatsApp. "Pagi, Pak Dedy. Mau menginformasikan bahwa naskah bapak menjadi juara 3 kategori media cetak," tulisnya. Mendapat pesan singkat itu, hati saya sungguh dibesarkan. Usaha saya untuk menulis berbuahkan hasil. Naskah tulisan saya meraih penghargaan jurnalistik tingkat nasional. Ini bonus gede. Nama makin dikenal, dapat penghargaan bergengsi dan duitnya lumayan gede. Ini sebuah prestasi membanggakan. Bagi saya pribadi, ini serupa pelecut yang akan menyemangati saya untuk terus berkarya. Saya ingin terus menulis meskipun dapat juara atau tidak. Sebab, juara, nama baik, piagam dan duit, bagi saya itu hanyalah bonus. Inti dari menulis bukanlah mengejar bonus, tetapi alat untuk berjuang, alat untuk menyampaikan pesan mulia. Dan saya ingin terus berkirim pesan kebaikan lewat tulisan. (*) Referensi: 1. http://technology-indonesia.com/lain-lain/umum-lain-lain/inilah-jaw...

Belajar Kelompok dan Karakter yang Dibangunnya

Belajar berkelompok melatih beragam keterampilan, seperti tanggung jawab, solidaritas, menghargai pendapat orang dan memprediksi pertanyaan serta menyiapkan sanggahan. Oleh Dedy Hutajulu SUASANA belajar di kelas 3 SMP Negeri 42 Medan, Jalan Platina 3 Kelurahan Titipan Kecamatan Medan Deli terasa heboh. Perdebatan sedang alot-alotnya soal topik Seleksi Alam. Pelajaran Biologi pagi itu diwarnai dengan debat dan baku sanggah. Anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan antara lima sampai enam orang. Tiap kelompok duduk dengan posisi melingkari. Baru saja Dhea Fisabila (14) tersenyum lega. Ia dan timnya baru saja kelar presentase yang diwarnai adu argumen dengan kelompok lainnya. Pengalaman itu, katanya, sangan mengesankan. Dhea mengaku, belajar berkelompok bukan sekadar mengupas topik Seleksi Alam, tetapi mempraktikkan cara memimpin rapat, bagaimana menghargai pendapat teman, belajar mengorganisir diskusi, memprediksi pertanyaan dari kelompok ...

Angka Gizi Buruk dan Ancaman Stunting di Sumut

ROLAN BRIAN Tambunan, balita umur 14 bulan mendadak kejang-kejang, Selasa (18/9). Mulutnya berbuih. Paulina Pasaribu (34) begitu panik dan ketakutan. Sebagai ibu, ia tak ingin terjadi suatu yang buruk pada bayinya. Ia lekas mengambil inisiatif. Ia boyong buah hatinya itu ke rumah sakit terdekat, dengan menumpang beca motor tetangga.  Keluarga ini tinggal di rumah sewaan di lahan garapan, Jalan Germenia Tower, Desa Kelambir 5 Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Sebuah rumah berdinding tepas bambu. Minim pencahayaan dan hanya ada sebuah bohlam menerangi kamar. Jarak dari kediamannya ke Rumah Sakit Advent, Medan sekitar enam kilometer dengan rute tempuh berupa jalanan buruk, becek dan berlobang. Saat ditemui di Rumah Sakit Advent Medan, Paulina bercerita jika bayinya mendadak mengalami demam tinggi. Bahkan sudah tujuh kali kejang-kejang dalam satu hari itu. "Kondisi anak saya ini memang sakit-sakitan. Sering demam dan flu. Itu sudah sejak dua bulan ...

NOMMENSEN & PERUBAHAN PERADABAN BANGSO BATAK

SAHABAT yang baik hati, salam dari Pearaja - Tarutung. HKBP Distrik II Silindung menyelenggarakan Seminar Sehari dalam rangka perayaan Paskah & 100 Tahun HKBP Paskah Nommensen. Dibawah terang  Thema "Nommensen & Petadaban bangso Batak," seminar yg dihadiri pelayan penuh waktu di kantor Pusat dan Distrik II Silindung, parhalado & ruas ni huria, berlangsung dengan penuh sukacita dgn materi seminar yg dipersiapkan dengan baik. Pembicara dalam Seminar ini, Ompu I Ephorus Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, Kadep Koinonia Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, Kadep Marturia Pdt. Dr. Annavera Pangaribuan,  Praeses Distrik II Silindung & Pdt. Morhan Doloksaribu. Seminar ini dimoderasi dgn kreatif oleh Pdt. Thomson Sinaga. Terimakasih banyak kepada panitia yg diketuai oleh Pdt. Saor Hutagaol. Kita harapkan melalui seminar ini Spirit & semangat pelayanan IL. Nommensen semakin nyata, sehingga HKBP ke depan benar-benar "Melayani dengan segenap hati - marhobas suan nas...

428 Polisi di Sumut Purna Bhakti

SEBANYAK 428 personel polisi, terdiri dari 69 orang perwira menengah, 82 perwira pertama dan 259 brigadir serta 18 orang pegawai negeri yang bertugas di Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) memasuki masa purna bhakti (pensiun). Poldasu menggelar acara Purna-Bhakti yang dirangkai dengan Pengantar Tugas Brigadir, lulusan pindidikan pembentukan Bintara Polri Tahun Ajaran 2018. Acara digelar di Aula Tribrata Polda Sumut, Senin (9/4). Kepada personel yang memasuki masa pensiun, Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Kapolda mengatakan, mereka yang memasuki masa pensiun ini telah mendharma-baktikan segala pikiran dan tenaga dan waktu demi melaksanakan tugas dan pengabdian kepada negara, bangsa dan masyarakat. "Saya yakin, meskipun bukan sebagai anggota polisi aktif lagi, namun dengan keilmuan dan pengalaman yang dimiliki, bapak dan ibu masih bisa berkarya di bidang apa saja dalam pembangunan nasional, dengan memp...

Oknum Polri Tembak Adik Ipar

SEORANG oknum Polri inisial F (41) berpangkat Komisaris Polisi yang kini menjabat sebagai Wakil Kapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat diamankan Polda Sumut, Kamis (5/4). Mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Poltabes Medan itu diamankan karena diduga menembak mati adik iparnya bernama Jumingan (33). Penembakan itu terjadi di kediaman korban di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, No 14, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (4/4) malam. Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa sepucuk senjata revolver, enam butir selongsong amunisi, sebutir proyektil, selembar kartu senjata api dan selembar Kartu Tanda Anggota Polri. Kapolda Sumut Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya masih mendalami apa motif tersangka menembak adik iparnya. "Modus dan motif saat ini masih dalam upaya pengungkapan," ujarnya. Lebih jauh Kapolda menerangkan, pihaknya sedang memeriksa tiga orang saksi, yakni ibu dan istri dari tersangka, serta istri ...