Langsung ke konten utama

Postingan

Angka Gizi Buruk dan Ancaman Stunting di Sumut

ROLAN BRIAN Tambunan, balita umur 14 bulan mendadak kejang-kejang, Selasa (18/9). Mulutnya berbuih. Paulina Pasaribu (34) begitu panik dan ketakutan. Sebagai ibu, ia tak ingin terjadi suatu yang buruk pada bayinya. Ia lekas mengambil inisiatif. Ia boyong buah hatinya itu ke rumah sakit terdekat, dengan menumpang beca motor tetangga.  Keluarga ini tinggal di rumah sewaan di lahan garapan, Jalan Germenia Tower, Desa Kelambir 5 Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Sebuah rumah berdinding tepas bambu. Minim pencahayaan dan hanya ada sebuah bohlam menerangi kamar. Jarak dari kediamannya ke Rumah Sakit Advent, Medan sekitar enam kilometer dengan rute tempuh berupa jalanan buruk, becek dan berlobang. Saat ditemui di Rumah Sakit Advent Medan, Paulina bercerita jika bayinya mendadak mengalami demam tinggi. Bahkan sudah tujuh kali kejang-kejang dalam satu hari itu. "Kondisi anak saya ini memang sakit-sakitan. Sering demam dan flu. Itu sudah sejak dua bulan ...

NOMMENSEN & PERUBAHAN PERADABAN BANGSO BATAK

SAHABAT yang baik hati, salam dari Pearaja - Tarutung. HKBP Distrik II Silindung menyelenggarakan Seminar Sehari dalam rangka perayaan Paskah & 100 Tahun HKBP Paskah Nommensen. Dibawah terang  Thema "Nommensen & Petadaban bangso Batak," seminar yg dihadiri pelayan penuh waktu di kantor Pusat dan Distrik II Silindung, parhalado & ruas ni huria, berlangsung dengan penuh sukacita dgn materi seminar yg dipersiapkan dengan baik. Pembicara dalam Seminar ini, Ompu I Ephorus Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, Kadep Koinonia Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, Kadep Marturia Pdt. Dr. Annavera Pangaribuan,  Praeses Distrik II Silindung & Pdt. Morhan Doloksaribu. Seminar ini dimoderasi dgn kreatif oleh Pdt. Thomson Sinaga. Terimakasih banyak kepada panitia yg diketuai oleh Pdt. Saor Hutagaol. Kita harapkan melalui seminar ini Spirit & semangat pelayanan IL. Nommensen semakin nyata, sehingga HKBP ke depan benar-benar "Melayani dengan segenap hati - marhobas suan nas...

428 Polisi di Sumut Purna Bhakti

SEBANYAK 428 personel polisi, terdiri dari 69 orang perwira menengah, 82 perwira pertama dan 259 brigadir serta 18 orang pegawai negeri yang bertugas di Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) memasuki masa purna bhakti (pensiun). Poldasu menggelar acara Purna-Bhakti yang dirangkai dengan Pengantar Tugas Brigadir, lulusan pindidikan pembentukan Bintara Polri Tahun Ajaran 2018. Acara digelar di Aula Tribrata Polda Sumut, Senin (9/4). Kepada personel yang memasuki masa pensiun, Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Kapolda mengatakan, mereka yang memasuki masa pensiun ini telah mendharma-baktikan segala pikiran dan tenaga dan waktu demi melaksanakan tugas dan pengabdian kepada negara, bangsa dan masyarakat. "Saya yakin, meskipun bukan sebagai anggota polisi aktif lagi, namun dengan keilmuan dan pengalaman yang dimiliki, bapak dan ibu masih bisa berkarya di bidang apa saja dalam pembangunan nasional, dengan memp...

Oknum Polri Tembak Adik Ipar

SEORANG oknum Polri inisial F (41) berpangkat Komisaris Polisi yang kini menjabat sebagai Wakil Kapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat diamankan Polda Sumut, Kamis (5/4). Mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Poltabes Medan itu diamankan karena diduga menembak mati adik iparnya bernama Jumingan (33). Penembakan itu terjadi di kediaman korban di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, No 14, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (4/4) malam. Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa sepucuk senjata revolver, enam butir selongsong amunisi, sebutir proyektil, selembar kartu senjata api dan selembar Kartu Tanda Anggota Polri. Kapolda Sumut Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya masih mendalami apa motif tersangka menembak adik iparnya. "Modus dan motif saat ini masih dalam upaya pengungkapan," ujarnya. Lebih jauh Kapolda menerangkan, pihaknya sedang memeriksa tiga orang saksi, yakni ibu dan istri dari tersangka, serta istri ...

Kompol Fahrizal Tembak Mati Adik Ipar Kini Kasusnya Tahap Pemberkasan

KASUS penembakan yang dilakukan Wakapolres Lombok Tengah Komisaris Polisi Fahrizal terhadap adik iparnya, Jumingan (33) kini memasuki tahap pemberkasan sebelum diajukan ke kejaksaan. "Penyidik sedang melengkapi berkas perkara," kata Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Rina Sari Ginting kepada wartawan, Selasa (10/4). Sebelumnya, penyidik Direktorat Kriminal Umum Poldasu telah memeriksa 10 saksi, diantaranya keluarga korban dan lara tetangga. Pemeriksaan terhadap lara saksi dilakukan karena penyidik tidak mempercayai begitu saja perkataan pelaku yang mengaku menembak korban lantaran mendengar bisikan gaib. Selain itu, penyidik juga telah memeriksa kejiwaan tersangka dengan mendatangkan dokter ahli kejiwaan. Namun hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka belum juga dipublikasi. Sejauh ini, motif pembunuhan yang dilakukan tersangka juga masih misteri. Dilaporkan sebelumnya, sesuai hasil otopsi, ditemukan enam peluru bersarang di tubuh korban. Dari enam pe...

Buah Gerakan Literasi, Sekolah Parulian Luncurkan Buku Karya Anak-anak

SEKOLAH Parulian meluncurkan buku "Petualangan Imaji" di aula Sekolah Parulian 1, Medan, Senin (26/3). Buku ini merupakan kumpulan cerpen karya siswa-siswi yang masih setingkat SD dan SMP. "Ini buah imajinasi anak-anak kita. Mereka terus mengekplorasi gagasan-gagasan baru. Karena itu, amat penting untuk mengembangkan imajinasi anak didik," pesan Anggota DPRD Sumut sekaligus Pengurus Yayasan Pendidikan Parulian Sopar Siburian. Agus Marwan, Penyunting Naskah mengatakan, buku ini adalah buah dari pengembangan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Parulian. Sehingga peluncuran buku ini menjadi apresiasi bagi anak-anak yang sudah bersusah payah melahirkan karya tulis fiksi. Agus menggaransi, karya anak-anak dibuku ini adalah orisinil dan bukan plagiat. Semua proses penulisan langsung dipantau oleh tim. "Buku ini renyah sekali. Banyak kisah-kisah unik, sehingga layak untuk dikonsumsi publik," ungkap Agus Marwan yang juga Sekjen Forum Masyarakat Literasi Su...

Satwa Langka Tapir Ditemukan Di Kotapinang

Seekor tapir diperkirakan berbobot 150 kg dengan tinggi satu meter dan panjang 2 meter ditemukan berkeliaran di lokasi pekuburun cina, Kampung Kristen Kelurahan Kotapinang Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumut, Senin (18/12). Hewan tapir itu sempat menjadi tontontan warga Kotapinang. Mereka bertanya-tanya kenapa ada hewan langka tapir berkeliaran di kampung warga padahal jauh dari hutan? Ada apa ini? Apakah hutan habitatnya sedang rusak parah sehingga hewan langka pun masuk ke pemukiman manusia? Hewan langka ini pertama kali ditemukan oleh Frengki Samosir, warga setempat. Frengki kemudian memberitahukan hal itu kepada warga sekitar, lalu warga kampung kristen menangkap dan mengikat hewan tersebut. Awalnya Frengki mengira hewan tersebut adalah babi hutan. Setelah dilihat secara seksama, ternyata hewan tersebut memiliki dua warna yakni separuh badannya hingga kepala berwarna hitam dan dari perut ke ekornya berwarna putih. "Saya sangat  te...